Istiklal Caddesi, Jalan Yang Tak Pernah Tidur


Siapa tak kenal Istiklal Caddesi atau Jalan Istiklal. Jika kamu pernah berkunjung ke Istanbul, paling tidak pasti pernah mendengar nama jalan ini, meskipun hanya satu kali. Flatku yang berlokasi di Harbiye, hanya berjarak dua halte bus saja, atau lima belas menit berjalan kaki dari sini. Untuk merayakan minggu pertama kuliah yang berlangsung dengan lancar, di Sabtu sore aku memutuskan untuk cuci mata ke Istiklal Caddesi

Taksim Square, di mana Istiklal Caddesi bermula

Berlokasi di kawasan historikal Beyoglu (Pera), Istiklal Caddesi adalah salah satu jalan yang paling terkenal di Istanbul. Bisa dikatakan, jalan ini hampir tak pernah tidur. Jalan yang selalu ramai oleh pengunjung lokal maupun internasional, tua maupun muda, pria maupun wanita. Berbagai hal bisa dilakukan di jalan ini, seperti berbelanja, makan, melihat – lihat atau sekedar lewat saja. Tak banyak mobil yang lalu lalang di jalan ini. Tampaknya jalan Istiklal ini memang diperuntukkan bagi pejalan kaki dengan panjang jalan sekitar 1,4 km. Di jalan ini pula, Nostalgic Tram masih beroperasi, membawa pengunjung dari Taksim Square hingga ke ujung jalan Istiqlal yang bersimpangan dengan jalan menuju Menara Galata. Jadi, tak perlu khawatir jika tak mau lelah berjalan. Aku suka sekali naik Nostalgic Tram ini, sambil membayangkan diriku berkelana ke Istanbul di masa lampau melalui mesin waktu.

Istiklal Caddesi
Istiklal Caddesi dan pedagang kacang kastanye
Istiklal Caddesi, Jalan Yang Tak Pernah Tidur
Nostalgic Tram yang masih beroperasi di Istiklal Caddesi
Nostalgic Tram di malam hari

Di sepanjang jalan, terdapat toko – toko dengan bangunan bergaya arsitektur Neo Classical, Neo Gothic, Art Neuvou  dan New Reinassance yang menawarkan pakaian, sepatu, kosmetik, telepon genggam, aksesoris, jajanan, kue – kue, buku hingga bumbu dapur. Bioskop, gedung konser, dan opera juga tak mau kalah untuk menjadi bagian dari  hingar bingar nya jalan Istiklal. Bukan hanya toko – toko cantik saja yang berdiri di sana. Pedagang jajanan keliling pun turut meramaikan suasana. Menawarkan jagung bakar, kacang kastanye, dan simit, roti tradisional Turki yang berbentuk lingkaran dengan lobang di tengahnya. Simit ini mirip donat, namun lebih keras, lebih lebar dan lebih langsing ketimbang donat.

Jika ingin merasakan makanan khas Turki, jangan khawatir. Terdapat banyak sekali restoran di Istiklal Caddesi, dengan berbagai menu pilihan. Kebab Iskender, Kofte, Donner, Sup Lentil, Puding beras dan masih banyak lagi. Semua ada di sana. Mau makanan ala barat atau cepat saji? Ada Burger King. Atau sekedar ingin mencicipi es krim nya yang enak di tengah musim panas, bisa juga. Di kanan kiri jalan, terdapat gang – gang kecil yang dipenuhi oleh bar maupun coffee house.

Toko – toko di sepanjang Istiklal Caddesi
Toko – toko di sepanjang Istiklal Caddesi
Toko souvenir di Istiklal Caddesi
Mado, salah satu restoran terkenal di Istanbul. Mereka terkenal dengan menu es krim nya.
Penjual Simit

Setiap kedatanganku ke Istanbul pada kunjungan sebelumnya, aku selalu menyempatkan diri untuk melewati jalan ini. Tidak ada tujuan khusus untuk membeli sesuatu atau makan di restoran tertentu. Aku hanya suka berjalan, mengikuti alur keramaian, berawal dari Taksim Square hingga menara Galata. Beberapa tembok di sepanjang jalan dipenuhi oleh poster jalanan yang menarik untuk dipotret. Jika ada pakaian ataupun sepatu yang menarik perhatian terpampang di etalase, aku akan berhenti sejenak untuk mengamati, seperti aku mengamati lukisan di museum – museum. I’m not a shopping person. So, sangat jarang terjadi ketika aku melihat – lihat barang bagus di etalase dan langsung memutuskan untuk membeli.

Istiklal Caddesi dengan street art nya

Masih di Istiklal, sebuah gereja Katolik, Gereja St. Anthony of Padua berdiri dengan arsitektur memukau. Tak jauh dari gereja, ada sebuah toko buku antik yang menjual buku – buku kuno. Bahkan mereka juga menjual pena bulu, mengingatkanku akan pena-pena bulu yang dijual di Diagon Alley di dunia Harry Potter. Ada pula buku harian dengan design kuno yang sangat menarik perhatianku. Sebuah buku bersampul kulit dengan lambang pakaian kerajaan Ottoman di depannya. Well, I’m not a shopping person. But for this beautiful book? Finally I bought one for myself.

Gereja St. Anthony of Padua
Toko buku antik di Istiklal Caddesi

Di akhir pekan, Istiklal yang memang selalu ramai akan semakin bertambah keramaiannya. Musisi – musisi jalanan akan berdatangan, mencoba menarik perhatian dari pengunjung dan pejalan kaki di sepanjang Istiklal. Aku suka memperhatikan mereka, sambil menghirup kopi panas dari salah satu warung kopi yang banyak bertebar. Atau mengunyah Simit sambil mendengarkan mereka memainkan alat musik dan bernyanyi. Jika ada uang sedikit berlebih, tak ada salahnya meletakkan 1 atau 2 Lira ke kotak yang mereka sediakan. Macam – macam lagu dan alat musik yang dimainkan. Ada yang memainkan musik klasik, ada yang meniup flute, bahkan ada grup yang memainkan alat musik sekaligus beryanyi dan menari. Beragam musik  dimainkan, dan beragam bahasa yang terlantun dari bibir sang musisi. Mulai dari bahasa Turki, Inggris, Arab hingga Persia.

Hiburan pada malam hari di Istiklal Caddesi
Musisi jalanan di Istiklal Caddesi

Aku tak tahu kebanyakan lagu yang mereka nyanyikan. Namun, mendengar nada – nada yang dilantunkan, aku merasakan diriku terhanyut, terbawa suasana Istiklal yang hingar bingar.

Advertisements

4 comments

  1. […] Siapa yang belum pernah melihat Galata Tower atau Menara Galata? Setiap orang yang pernah mengunjungi  Istanbul pasti pernah melihatnya. Atau, setidaknya melihatnya di brosur-brosur wisata yang ditawarkan oleh biro perjalanan, yang tersebar di sudut-sudut kota. Menara Galata adalah salah satu ikon paling penting di Istanbul. Menara Galata telah menjadi landmark kota selama berabad-abad lamanya. Seperti namanya, menara ini terletak di kawasan Galata, yang mudah diakses dari mana saja. Ketika tiba di kawasan Galata, sulit bagi pengunjung untuk tersesat, dengan  tanda-tanda penujuk arah yang tersebar di banyak titik dan bentuk menaranya yang unik membuatnya gampang untuk dikenali dari mana saja. Berabad pula lamanya, menara Galata telah mendominasi skyline Istanbul, yang bisa dilihat dari kawasan sekitar, seperti Beyoglu, Karakoy, dan Jalan Istiklal. […]

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s