Mesjid Yivli Minare


Aku tidak memandang diriku sebagai orang yang religi. Kurasa, hak itu hanya ada pada Sang Pencipta saja. Melabeli diri sebagai seorang yang religi, menurutku agak sedikit berlebihan. Namun, ketika berkunjung ke suatu tempat, aku suka mengunjungi rumah ibadah. Bukan hanya mengunjungi mesjid, yang kebetulan adalah rumah ibadah dari agama yang kuanut, tapi juga rumah ibadah agama lain, seperti gereja, pura, candi, bahkan sinagoga. Aku bukan hanya mengagumi arsitektur dan ornamen-ornamen pendukung yang biasanya membuat rumah ibadah enak dipandang, tapi juga suasana syahdu dan tenang yang selalu kutemukan di rumah ibadah.

Selama di Antalya, aku sudah memasuki beberapa mesjid. Sekedar duduk-duduk untuk beristirahat, dan mengikuti kegiatan peribadatan jika bersamaan dengan datangnya waktu sholat. Biasanya, aku tidak memotret, karena lebih senang duduk-duduk saja dan menikmati ketenangan. Namun, ada satu mesjid yang menarik mataku. Mesjid Yivli Minare. Mesjid ini memiliki minaret yang cukup tinggi, dan bisa dilihat hampir dari segala tempat, termasuk dari hotel tempatku menginap. Begitu membuka jendela, pandanganku pasti terpaku ke mesjid ini.

Yivli Minare Mosque, seen from the hotel where I stayed in.

Segera aku mencari informasi dari Yunus. Ternyata mesjid itu bernama Yivli Minare, salah satu landmark di Antalya. Menembus hujan rintik-rintik, aku berjalan menuju Yivli Minare. Ternyata, cukup membingungkan juga. Kalau dilihat dari hotel, minaretnya terlihat sangat dekat. Tapi, begitu aku mencari arah menuju ke sana, minaret itu tak kunjung tampak. Setelah tanya sana sini, dengan menggunakan google translate (saat itu, tak satu katapun dalam bahasa Turki yang kumengerti), akhirnya aku tiba juga di Mesjid Yivli Minare.

Mesjid Yivli Minare terkenal dengan menaranya yang beralur, melambangkan ciri khas gaya arsitektur Turki dari bagian Anatolia. Mesjid ini adalah monumen Islami yang pertama kali didirikan di Antalya, salah satu karya dari Seljuk di abad ke 13. Dibangun dengan bentuk persegi panjang, mesjid ini memiliki enam kubah. Berdasarkan keterangan yang ada di pintu masuk, mesjid ini dibangun oleh Sultan Seljuk I, Alaeddin Keykubad. Mesjid ini dibangun dengan pondasi yang berbentuk persegi panjang yang terbuat dari batu pecah, sementara bagian atas bangunan yang menggunakan mortar khorasan, dan lantai ubin berwarna biru toska. Menara setinggi 36 meter tersebut bisa diakses dengan menaiki 92 anak tangga.

The tower of Yivli Minare
Interior of Yivli Minare Mosque
Interior of Yivli Minare Mosque
Interior of Yivli Minare Mosque
The mosque podium
The mosque podium
The chandelier

Salah satu yang membuat mesjid ini unik adalah lantai kaca yang menunjukkan sistem perairan kuno yang ada di bawah mesjid. Sistem ini ditemukan pada saat proses renovasi ditahun 2007 hingga tahun 2010. Karena itu, renovasi berjalan agak sedikit lebih lama, dan pada akhirnya bagian tersebut ditutupi dengan lantai kaca, yang bisa menampakkan sistem perairan kuno tersebut.

Transparent floor, showing the ancient water system

Ketika aku tiba, aku satu-satunya pengunjung di mesjid Yivli Minare. Mungkin dikarenakan waktu zuhur yang masih dua jam lagi. Setelah mengambil beberapa foto dan duduk menikmati ketenangan, aku meninggalkan mesjid dan kembali ke hotel. Aku mesti bergegas. Empat jam ke depan, pesawat yang akan membawaku kembali ke Istanbul akan tinggal landas.

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s