Menikmati Seni Kontemporer di Istanbul Modern Museum


Dua minggu sudah berlalu sejak badai salju. Semester hampir berakhir. Seluruh assignments sudah dikumpulkan, seluruh ujian sudah dilaksanakan. Kami dalam masa menunggu keluarnya nilai, melihat apakah hasil kerja keras kami selama satu semester bisa dikatakan berhasil atau tidak. Aktivitasku mulai terdengar santai. Kegiatanku hanya seputaran apartemen dan kadang-kadang ke kampus jika Nasir atau Umarah membuat janji untuk bertemu.

Hari ini, aku juga tak ada agenda khusus.  Aku mendapatkan notifikasi bahwa hari itu kemungkinan akan turun salju lagi. Sebenarnya, aku hanya ingin berhangat-hangat di dalam kamar, sambil menonton serial “friends” saja dan minum teh melati yang baru saja kubeli. Membayangkannya saja sudah membuatku relax.

Namun, sejam sebelum waktu makan siang, aku mendapat telepon dari Jun, mantan rekan kerjaku di Kongo, yang tengah berlibur di Istanbul sebelum kembali bertugas di Ankara. Jun mengajakku untuk melihat pameran foto refugees di suatu tempat. Aku tak terlalu paham dimana tempatnya. Jun memberi penjelasan singkat mengenai tempat dimana kami akan bertemu. Aku pun setuju untuk menemuinya di sana. Namun, malang tak bisa ditolak. Ketika dalam perjalanan, salju turun dengan derasnya. Aku yang baru saja turun dari tram, mencari tempat berteduh. Kulihat tanda Istanbul Modern Museum di satu sisi jalan. Sebaiknya aku ke sana saja. Biasanya di dalam museum selalu ada kafe. Aku bisa duduk di sana sambil menunggu salju reda. Namun salju tak kunjung reda. Aku pun menelepon Jun yang juga terjebak di satu tempat. Akhirnya kami memutuskan untuk menangguhkan acara ketemuan.

Karena sudah berada di museum, tak ada salahnya untuk masuk ke dalam. Untung bagiku, saat itu hari kamis. Setiap Kamis, Istanbul Modern Museum memberikan tiket gratis kapada warga kota Istanbul. Dengan hanya menunjukkan izin tinggal (ikamet) saja, satu tiket gratis langsung berpindah ke tanganku.

Istanbul Modern Museum didirikan pada tahun 2004 dan menjadi tempat untuk menampilkan karya seni modern dan kontemporer. Museum ini terbagi atas beberapa bagian, seperti ruangan ekhibisi, tempat pajangan koleksi fotografi, perpustakaan, pusat pembelajaran, toko souvenir, dan tentu saja dilengkapi dengan kafe, tempat pengunjung untuk melepas lelah setelah berkeliling. Hasil karya yang dipajang bukan berasal dari seniman-seniman Turki saja, melainkan dari seluruh dunia. Seperti misalnya Olafur Eliasson, artis campuran Denmark-Islandia, Tomas Saraceno yang berasal dari Argentina, Pai White dan Doug Aitken yang berasal dari Amerika Serikat, dan Anthony Cragg seniman Inggris kenamaan yang juga pernah menampilkan hasil karyanya disini.

Karya yang dipajang unik-unik dan lain dari biasanya. Beberapa karya, bahkan aku sendiri tak mampu mengartikan maksud di balik pembuatan karya tersebut. Namun, pastilah memiliki arti khusus bagi pembuatnya. Dari hasil karya seni tersebut, ada beberapa yang menjadi penghuni museum tetap, karena karya tersebut selalu ada ketika aku mengunjungi museum ini di kunjungan berikutnya. Namun, sebagian besar karya dipamerkan secara sementara saja.

Museum ini tak terlalu luas. Satu hingga dua jam cukuplah untuk melihat seluruh karya seni. Namun, tak salah jika mengunjungi museum barkali-kali karena hasil karya yang berbeda dipamerkan  dari waktu ke waktu. Oh ya. Di museum ini, pengunjung diizinkan untuk menggunakan kamera tanpa flash dan tripod. Tentu, aku senang sekali bisa mendokumentasikan karya-karya cantik ini. Berikut beberapa karya seni yang ditampilkan di Istanbul Modern Museum. Selamat Menikmati.

Olafur Eliasson: Red Emotional Globe, 2010.
Istanbul Modern Museum.
İnci Eviner: New Citizen I-II-III, 2009.
Istanbul Modern Museum
Tomas Saraceno: Flying Garden/Air-Port-City, 2007.
Istanbul Modern Museum.
:mentalKLINIK: Double Cherry, 2011.
Istanbul Modern Museum.
Seyhun Topuz: Red V, 2005.
Istanbul Modern Museum.
Tony Cragg: Ugly Face, 2006.
Istanbul Modern Museum.
Olafur Eliasson: Your solar nebula, 2015.
Istanbul Modern Museum
Canan Dağdelen: Polar covalent bonded HOME dot, 2011.
Istanbul Modern Museum.
Pae White: Northern Smoke, 2007.
Istanbul Modern Museum.
Doug Aitken: Bad, 2014.
Istanbul Modern Museum
Istanbul Modern Museum.
Adnan Çoker: Globes VI, 1996.
Istanbul Modern Museum.
Anthony Cragg: Eroded landscape, 1998.
Istanbul Modern Museum.
Jia Shan Shi : Artificial Rock, 2007.
Istanbul Modern Museum
Anthony Cragg: Outspan, 2008.
Istanbul Modern Museum.
Anthony Cragg: Monastery,1992.
Istanbul Modern Museum.
Anthony Cragg: Hall with works.
Istanbul Modern Museum.
Anthony Cragg: We, 2015.
Istanbul Modern Museum.
Anthony Cragg: Parts of the World, 2015.
Istanbul Modern Museum.
Anthony Cragg: Forminifera, 1996.
Istanbul Modern Museum.
Anthony Cragg: The principle of uncertainty, 1991.
Istanbul Modern Museum.
Necla Rüzgar: Inner Fauna, 2015. Istanbul Modern Museum
Alaettin Aksoy: Gardens of My Childhood, 2002. Istanbul Modern Museum

6 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s