Nazar Boncuğu, Protecting From The Evil Eye


ENGLISH

The Turkish Evil Eye or Nazar Boncuğu is a common thing found in Turkey and surrounding countries. Everyone who visited countries located in East Mediterranean or Middle East, must had seen this symbol, at least once. Beside Turkey, I also saw this symbol during my travel in Egypt, Jordan, and Morocco. Nonetheless, I did not see any country that display this symbol as many as happened in Turkey. I saw it everywhere. Inside the house, at the office, at the restaurant, hotel lobby, hospital, even at the garden. At the beginning, I thought that this symbol is just part of decoration, as wooden engravings as commonly found as decoration at houses in Indonesia. In fact, this symbol has its own significant meaning.

The evil eye is a curse given by a person with envy and vicious heart through a glare. Many cultures believe that getting the glare of evil eye would bring the bad luck, accident, mischance, and illness. Therefore, an amulet was created in order to against the curse, and the amulet of evil eye was created.

According to local belief, there are three evil eyes that need be watched. The first one is the unconscious eye. This glare could harm people, plant, animals, and things, even though that person did not have any intention to do bad things. The second one is the evil eye intending to harm people. The third one is the unseen evil eye. The last one is believed to have the wicked power and considered as the most scary one. According to the local belief, this amulet saw all wickedness and be able to remove the poverty at the same time.

Nazar Boncuğu is always displayed in two colors, namely blue and light blue. Blue color is believed as a symbol of protection from the evil eye. Additionally, it also brings the positive energy to against the wickedness from the vicious glares. While, the light blue represent the color of the sky which is believed as a symbol of truth and direct protection to resist the evil eye.

Do Turkish people still believe this? Yes, many still believe about the wicked power of evil eye. However, many are not sure whether this amulet could protect them from the wicked power or not. One friend, as example, who always wears Nazar Boncuğu pendant said that she does not believe about the power given by the pendant itself. She wore it because of the custom and its beautiful shape. She does not care, whether the pendant could give protection or not.

This amulet does not relate to any religion. When I visited mosques or churches in Turkey, I never saw this symbol hang on the wall. Perhaps, because of this amulet is not associated to particular religion, it became more popular, not just in Turkey and surrounding countries, but also reach the countries in mainland of Europe and America. Now, this amulet is not just a Turkish’ tradition. Nazar Boncuğu had become popular souvenir in Turkey, with various shapes, such as little key chain, pendant, necklace, bracelet, and large ceramics that could be placed inside buildings.

Nazar Boncuğu Tree. This photo was taken in Cappadocia region, in Turkey.
Nazar Boncuğu Tree. This photo was taken in Cappadocia region, in Turkey.
Nazar Boncuğu Tree. This photo was taken in Cappadocia region, in Turkey.
Nazar Boncuğu or the amulet of the Evil Eye.
Nazar Boncuğu souvenir.
Nazar Boncuğu souvenir.

Note:

This post is my contribution for Lens-Artists Photo Challenge with the theme “Filling the Frame”

INDONESIAN

The Turkish Evil Eye, atau Nazar Boncuğu atau mata setan adalah sesuatu yang umum ditemukan di Turki dan negara-negara sekitarnya. Setiap orang yang pernah berkunjung ke negara – negara yang terletak di bagian timur Mediterania atau Timur Tengah, pasti pernah melihat benda ini, paling tidak sekali. Selain di Turki, aku juga banyak melihat simbol ini di Mesir, Yordania, dan Maroko. Namun, tak ada yang memajang simbol ini sebanyak di Turki.  Aku selalu melihat simbol ini di mana-mana. Di dalam rumah, di kantor, di toko-toko, di restoran, di lobi hotel, di rumah sakit, bahkan di taman-taman. Awalnya, kukira ini hanyalah sebuah hiasan saja, seperti umumnya ukiran-ukiran kayu tradisional yang sering dijadikan hiasan di rumah-rumah di Indonesia. Ternyata, simbol ini memiliki makna tersendiri.

The Evil Eye adalah satu kutukan yang dipercaya bisa diberikan melalui tatapan dari seseorang yang lick dan iri hati. Banyak kebudayaan yang percaya bahwa mendapatkan tatapan dari mata setan akan memberikan ketidakberuntungan, kesialan, kecelakaan, dan penyakit. Karena itu, suatu jimat diciptakan untuk menangkal kutukan tersebut, dan terciptalah penangkal mata setan.

Menurut kepercayaan setempat, ada tiga jenis mata setan yang patut diwaspadai. Yang pertama, mata setan yang datang dalam keadaan tidak sadar. Mata setan ini bisa menyakiti orang-orang, tanaman, hewan, dan benda-benda, meskipun si penatap tidak bermaksud untuk melakukan perbuatan jahat. Yang kedua, adalah jenis yang memang bermaksud untuk menyakiti. Sementara yang ketiga, jenis yang tak terlihat, suatu kekuatan jahat yang paling ditakuti. Menurut kepercayaan yang berlaku, jimat mata setan bisa melihat semua kejahatan yang terjadi di dunia dan menghindarkan kemiskinan di saat yang bersamaan.

Jimat Mata setan selalu ditampilkan dalam dua warna, yakni biru dan biru muda. Warna biru melambangkan warna perlindungan dari mata setan. Warna ini juga dipercaya membawa energi positive untuk melawan kejahatan dari pandangan-pandangan jahat. Sementara warna biru muda adalah warna langit, melambangkan kebenaran dan perlindungan langsung untuk melawan mata setan.

Apakah orang-orang Turki masih percaya akan hal ini? Ya, banyak yang masih percaya akan kekuatan jahat mata setan. Namun, banyak pula yang tak yakin akan kekuatan jimat untuk mengusir kejahatan itu. Seorang teman yang selalu mengenakan kalung dengan liontin Nazar Boncuğu mengatakan kalau dia tak percaya kalau jimat itu bisa melindungiya. Dia memakai kalung tersebut karena kebiasaan saja dan bentuknya yang cantik. Dia tidak peduli, kalung tersebut bisa jadi pelindung dia atau tidak.

Jimat ini sama sekali tidak berhubungan dengan agama apapun. Selama di Turki, ketika mengunjungi mesjid ataupun gereja, aku tak pernah melihat tanda -tanda ini tergantung di sana. Mungkin karena tidak diasosiaiskan dengan agama tertentu, Nazar Boncuğu ini menjadi lebih popular. Tidak hanya di Turki dan negara sekitar, namun mencapai ke wilayah lain yang lebih jauh, seperti daratan Eropa dan Amerika. Saat ini, Nazar Boncuğu bukan hanya sekedar tradisi orang Turki saja. Nazar Boncuğu telah menjadi salah satu cendramata yang terkenal di Turki. Dari gantungan kunci kecil, kalung hingga keramik besar yang bisa digantung di rumah.

Catatan: 

Tulisan ini adalah kontribusiku untuk  Lens-Artists Photo Challenge dengan tema, ‘Filling the Frame’

8 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s