Menikmati Musim Gugur Di Selat Bosphorus


Minggu itu berlalu dengan sempurna, terlepas dari kebingungan dalam mengikuti mata kuliah yang kuikuti. Namun, untuk masalah sosial, aku mendapatkan sedikit peningkatan. Aku mulai mengobrol dengan Hajar, tetangga sebelah rumah yang baru. Hajar menggantikan Mastona untuk mengisi flat kosong tepat di sebelah flatku. Dia adalah mahasiswa S1 jurusan arsitektur di salah satu universitas di Istanbul. Aku juga sudah bertemu Okan, teman Turki yang diperkenalkan oleh Riza, temanku saat bekerja di Aceh. Okan adalah seorang polisi, dan dia bekerja di akademi kepolisian di Istanbul sebagai instruktur. Okan juga pernah bekerja di misi perdamaian, sepertiku. Jadi kami punya banyak hal yang bisa dibicarakan. Selanjutnya, ketika aku tengah makan siang di Warung Nusantara, aku bertemu dengan Ibu M.K, wanita asal Indonesia. Kami langsung berteman setelah pertemuan pertama.  Ibu M.K dan Sarah adalah dua teman asal Indonesia yang menjadi teman baikku selama aku tinggal di Istanbul. Sementara di kampus, teman – teman mulai bertambah. Aku punya Sera yang selalu mengetahui informasi terkini dari kampus. Maria juga mulai sering menghubungiku, untuk membicarakan masalah perkuliahan atau sekedar mengajajak minum teh di Cihangir. Dan Nasir, kami sudah saling bertukar kontak dan saling bertukar informasi perkuliahan. Bahkan kami sudah berencana untuk minum kopi bersama minggu depan, setelah kelas Enerji usai. Telepon selularku mulai berdering lebih sering dari sebelumnya. Aku menganggap ini adalah suatu pencapaian yang patut dirayakan.

Karena itu, di Jumat sore, aku memutuskan untuk sedikit berwisata. Salah satu hal yang paling kusukai selama tinggal di Istanbul adalah  bisa berpesiar menyusuri selat Bosphorus kapanpun aku mau. Pukul empat sore, aku meninggalkan flatku di Harbiye, menuju pelabuhan Eminonu. Di sudut, berdekatan dengan ujung jembatan Galata, sebuah kapal berlabuh, menawarkan jasanya untuk membawa penumpang menyusuri selat Bosphorus. Kapal ini tidak termasuk kapal yang dikelola oleh pemerintah. Karena itu, kartu Istanbulkart tidak bisa digunakan disini. Aku membayar sebesar 12 TL untuk perjalanan selama kurang lebih 90 menit.

Setelah menunggu selama 10 menit, kapal bergerak meninggalkan pelabuhan. Cuaca agak dingin karena musim gugur telah tiba. Namun, aku memilih untuk duduk di dek atas agar lebih bisa menikmati pemandangan dengan lebih bebas. Kapal bergerak perlahan meninggalkan pelabuhan, namun tetap berlayar menyusuri sisi bagian Eropa. Informasi diberikan melalui pengeras suara mengenai tempat – tempat yang kami lewati, melalui bahasa Turki dan Inggris. Setelah pelabuhan, kami melewati Mesjid Tophane, Museum Modern Istanbul, Istana Dolmabahce, Istana Çiragan (istana ini sudah berubah fungsi menjadi Hotel Kempinski), Universitas Galatasaray, Mesjid Ortaköy, Jembatan Boshporus (jembatan ini sudah berubah nama menjadi jembatan 15 Juli), kawasan perumahan di Bebek dan Arnavutkoy, Benteng Rumeli, dan Jembatan Fatih Sultan Mehmet. Disini, kapal berbelok untuk kembali ke pelabuhan Eminonu.

Mesjid di Istana Dolmabahce
Istana Çiragan
Istana Çiragan dengan latar belakang daun kering yang berwana warni
Istana Çiragan dengan latar belakang daun kering yang berwana warni
Sekolah Menengah Besiktas
Mesjid Ortaköy dengan Jembatan Bosphorus sebagai latarnya
Kawasan permukiman Bebek
Kawasan Permukiman Arnavutköy dengan jembatan Fatih Sultan Mehmet.
Benteng Rumeli

Jika sebelumnya kapal menyusuri sisi Eropa Istanbul, dalam perjalanan pulang, kami menyusuri sisi Asia Istanbul. Penumpang dimanjakan untuk melihat rumah-rumah cantik yang terletak di sepanjang selat. Rumah – rumah itu menawan sekali, terutama sebuah rumah yang berwarna merah yang sangat memikat hatiku. Melihatnya, membuatku sedikit bermimpi agar bisa tinggal di salah satu rumah pada suatu saat nanti.

Istanbul bagian Asia di sore hari
Rumah – rumah cantik di sisi Asia Istanbul
Rumah – rumah cantik di sisi Asia Istanbul
Rumah favorite ku.
Rumah – rumah cantik di sisi Asia Istanbul. Di belakangnya terdapat reruntuhan benteng Anadolu.

Jika di sisi Eropa ada benteng Rumeli, maka di sisi Asia ada benteng Anadolu. Kedua benteng ini saling berhadapan satu sama lain. Konon, kedua benteng ini digunakan Fatih Sultan Mehmet dalam misinya untuk merebut kota Istanbul dari Kaisar Constantin. Selanjutnya, kapal melewati istana musim panas yang lain, Istana Beylerbeyi. Kerajaan Ottoman memiliki banyak istana musim panas yang tersebar di berbagai wilayah Istanbul. Aku sebenarnya agak heran dengan penyebutan Istana Musim panas. Istanbul bagian Eropa dan Asia sama – sama memiliki empat musim yang datang di saat bersamaan. Lagipula, dua istana utama, Topkapi dan Dolmabhace, dimana Sultan dan bangsawan tinggal, juga terletak di tapi selat. Lain cerita jika dua istana ini terletak di atas gunung. Sudahlah, aku tak mau repot – repot memikirkan hal itu. Sebelum merapat ke pelabuhan, kapal melewati menara Maiden yang selalu menjadi icon di brosur – brosur iklan wisata di Istanbul.

Istana musim panas Beylerbeyi dengan latar langat biru gelar dan burung – burung camar yang berterbangan.
Sebuah mercu suar dan menara Maiden

Yang paling menarik dari pesiar  kali ini adalah pemandangan musim gugur yang kusaksikan dari selat Bosphorus. Itu pertama kalinya aku melewati musim gugur di negara empat musim. Buat orang yang lahir, besar dan tinggal di negara tropis, fenomena musim gugur cukup membuatku terkesima. Pepohonan yang tadinya berdaun hijau lebat, berubah menjadi kuning kemerah – merahan, lalu menjadi coklat, sampai akhirnya rontok ke tanah. Gradasi daun – daun yang berubah warna tersebut membuat pemandangan menjadi lebih berwarna. Ditambah lagi, ketika kapal menuju pulang, jam sudah mendekati waktu magrib. Langit yang tadinya berwarna biru, berubah menjadi kelam, dengan camar – camar laut yang berterbangan. Rasanya aku tak mau sore itu cepat berlalu.

Advertisements

7 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s